BERKELIMPAHAN PART 1

BERKELIMPAHAN PART 1

PAKEMNYA JUAL BELI

Ada yang mengira, kalau berdagang itu HARUS di beri atensi membutuhkan uang, agar mendapat cuan (keuntungan dari orang lain).

Di dunia ini memang sebagian besar orang (mindsetnya) dalam bekerja, berdagang atau berbisnis tujuan utamanya, ya mencari uang (dunia). Ini sebenarnya permasalahan besarnya.

Jika dalam bekerja, berdagang atau berbisnis atensinya ke uang (dunia), itu artinya doa (dalam tindakan) mereka sebenarnya justru "rasa kekurangan" uang.

Pakemnya jual beli itu adalah (ibarat kata) ;
Emas di tukar dengan emas,
Perak di tukar dengan perak,
Beras di tukar dengan berat, 
sampai sekecilnya komoditas
Garam ya di tukar dengan garam, yang pada intinya harus setara baik ukuran nilainya atau kwalitasnya dan cash saat transaksi.

"Lha terus kita dapat cuan dari mana?"

Ingat kekayaan itu pemberian titik, BUKAN dari hasil keringat kita atau karena kepandaian kita dalam berdagang. Kita bukan apa-apa, bukan siapa-siapa, kita tidak punya apa-apa.
Yang ke dua, rahasia besar kehidupan itu justru dari seseorang yang rajin "membelanjakan hartanya" atau orang yang "suka membeli".

"Kita untung di saat membeli, bukan menjual". (Robert T Kyosaki).

Yang ke tiga, rahasia besar kehidupan itu kita memberi keuntungan ke orang lain terlebih dahulu, baru nanti kita akan menuai untung.

"Kalau Anda mau kaya, Anda harus mengkaya kan orang lain terlebih dahulu, ini aturan emas". (Bill Gate)

Yang ke empat, ingat selalu ilmu tebar-tuai, karena kita hidup di alam sebab akibat (asbab).

Abdulrahman itu dulu membeli kurma busuk bukan bertujuan untuk mencari cuan, tetapi bertujuan untuk memberikan keuntungan ke orang lain, karena pada waktu itu banyak pedagang kurma pada busuk dan TIDAK laku di jual. Namun di kemudian hari Tuhan "mendatangkan pembeli" dan membeli kurma busuk yang tidak ada nilainya menjadi 10x lipat dari harga kurma bagus. Abdulrahman menuai keuntungan 1.000% itu dari sebab memberi keuntungan dari orang lain terlebih dahulu.

Ketika Pak Justin Sun membeli pisang seharga Rp. 98 milyar, itu dunia sebab. Yang berakibat pak Justin Sun di doa kan malaikat, "Yaa Tuhan, gantilah uangnya pak Justin Sun yang sedang membelanjakan hartanya untuk membeli satu buah pisang Rp. 98 Milyar".

Coba tebak mengapa pak Otto Sugiri pemilik PT DCI, sahamnya bisa naik harganya 11.000%! Orang bilang bajai terjual seharga mobil Mercy. Dia mendadak jadi trilyuner.

"Ibu saya berperan besar dalam mendidik moral. Ibu saya mengajarkan values dan kesederhanaan". (Otto Sugiri).

Jadi yang perlu di perhatikan adalah, kalau kita ke dokter berobat, sebenarnya BUKAN dokter yang memberi kesembuhan kepada kita, tetapi Tuhan yang memberi kesehatan.
Kalau kita berdagang ke pasar, sebenarnya BUKAN dagang yang memberi cuan kepada kita, tetapi Tuhan yang mendatangkan pembelinya (uangnya).

Jika masih ada yang meyakini bahwa dagang adalah tempat mencari cuan, itu sama halnya mereka "menuhankan" dagangnya.

Pengetahuan selanjutnya yang membuat kita merinding semua adalah,

"Jika mengambil keuntungan dari orang lain secara paksa adalah perampokan, maka mengambil keuntungan dari orang lain secara mental juga perampokan, itu hanya berbeda metodenya saja". (Wallace D Wattles).

Pak Waallce D Wattles bukanlah pakar ilmu agama, namun beliau menegaskan mengapa pelaku riba di perangi oleh Tuhan? Karena mereka melakukan perampokan. Itulah sebabnya pasar (kegiatan jual-beli) itu, di cap banyak setannya.

"Nanti pada suatu masa semua orang akan memakan riba, jika tidak mereka akan terkena debunya (asapnya) riba".

Semua amalan tergantung dari niatnya. Jika saja seseorang masih fokus mencari cuan, maka mereka akan di sibukkan dalam pencarian cuan selamanya sampai mati.
Jika saja kita bisa membalikkan mindset TIDAK fokus ke uang, dan fokus sebagai abdi Tuhan, maka dunia tidak ada pilihan lain selain mengikuti kita, seperti halnya bayangan yang pasti mengikuti kita. Ingat, dunia hanyalah bayangan.

"Bekerjalah (berdaganglah, berbisnislah) yang baik dulu, nanti uang akan mengikuti mu". (Choirul Tanjung).

Jadi dalam buku Ilmu Ilmiah dan Alamiah Menjadi Kaya, untuk menjadi kaya kita TIDAK perlu mengambil keuntungan dari orang lain. Justru kita harus "memberi" keuntungan ke orang lain. Karena rahasia besar kehidupan itu memberi, BUKAN merampok (mengambil). Memberi->Menerima.

Kalau kita di posisi pembeli, lebihkan pembayarannya. Kalau kita di posisi penjual lebihkan timbangannya. Misalkan pegawai, lebihkan waktu jam kerja kita (loyalitas kita). Kalau menakar barang lebihkan dikit. Lebihkan sesuatu dari uang yang kita terima.

Jadi apapun ikhtiar kita, kita harus proyeksikan ke memberi dan memberi. Karena perniagaan yang PASTI untung (tidak pernah merugi) itu berderma. Semakin kita sering berimajinasi hidup berlimpah, maka masa depan akan berlimpah. Sering-seringlah berimajinasi sudah berkelimpahan uang, ini kunci master menjadi kaya spesial untuk Anda.

#The Secret versi dunia timur
#Universitas Kehidupan
12 RAHASIA YANG TIDAK INGIN DI KETAHUI OLEH ORANG KAYA

12 RAHASIA YANG TIDAK INGIN DI KETAHUI OLEH ORANG KAYA

12 RAHASIA YANG TIDAK INGIN DI KETAHUI OLEH ORANG KAYA
(copas)

Kita hidup di dunia, di rancang oleh orang kaya, untuk orang kaya. Segala hal mulai dari media yang Anda konsumsi hingga nasihat yang diberikan kepada Anda dikurasi dengan cermat untuk membuat Anda terjebak dalam persaingan (berkompetisi) secara ketat, sementara mereka melambung lebih tinggi tanpa berkompetisi. 

Saatnya kita membuka tabir dan mengungkap kebenaran yang tidak ingin diketahui oleh orang kaya. Bersiaplah, karena apa yang akan Anda pelajari dapat menghancurkan setiap ilusi yang telah dijual kepada Anda, melalui berbagai media dan berbagai pendidikan di sekolah.

1. Rahasia pertama adalah bahwa kerja keras saja tidak akan membuat Anda kaya. Ya, mereka mendorong Anda untuk bekerja keras dan bekerja keras, tetapi mereka tahu kebenarannya: jalan menuju kekayaan terletak pada daya ungkit, bukan kerja keras. Sementara Anda bekerja keras lembur, mereka menggunakan waktu, uang, dan keterampilan orang lain untuk membangun kerajaan.

2. Kedua, mereka ingin Anda percaya bahwa uang itu jahat (tidak baik). Agar Anda semakin mengaitkan kekayaan dengan keserakahan dan korupsi, semakin kecil kemungkinan Anda untuk mengejarnya tanpa penyesalan. Sementara itu, mereka tahu bahwa uang hanyalah alat—alat yang ampuh yang dapat memperkuat dampak Anda jika digunakan dengan bijak.

3. Ketiga, menabung tidak akan membuat Anda kaya. Mereka mendorong narasi menabung pangkal kaya. "Menabung dan berinvestasi dalam reksa dana penting", tetapi mereka sendiri tidak mengikutinya. Mereka berinvestasi dalam peluang yang berisiko tinggi dan berhadiah tinggi: perusahaan rintisan, real estat, saham, dan bisnis yang melipatgandakan kekayaan mereka secara eksponensial.

4. Keempat, sistem sekolah adalah jebakan. Mereka mendanai sistem pendidikan yang mengajarkan Anda untuk menjadi karyawan yang patuh, bukan pemikir kritis atau pengambil risiko. Anda diajarkan untuk bekerja demi uang, sementara mereka belajar membuat uang bekerja untuk mereka.

5. Kelima, undang-undang pajak ditulis untuk orang kaya. Mereka tahu celah hukum, insentif, dan strategi untuk menghindari pajak secara hukum, sementara Anda terjebak membayar sebagian besar pendapatan Anda. Orang kaya memiliki aset, bukan gaji, dan aset dikenakan pajak secara berbeda.

6. Keenam, utang adalah senjata—tetapi hanya jika Anda tahu cara menggunakannya. Mereka ingin Anda takut akan utang, tetapi orang kaya menggunakannya sebagai alat untuk memperoleh lebih banyak kekayaan. Mereka memanfaatkan uang orang lain (OPM) untuk membeli aset yang menghasilkan arus kas dan (otomatisasi) untuk melunasi utang itu sendiri.

7. Ketujuh, konsumerisme Anda mendanai gaya hidup mereka. Setiap kali Anda membeli gadget baru, pakaian trendi, atau kopi yang mahal, Anda memasukkan uang langsung ke kantong mereka. Sementara itu, mereka berinvestasi pada aset yang nilainya meningkat seiring waktu.

8. Kedelapan, koneksi lebih penting daripada bakat. Mereka tidak ingin Anda tahu bahwa akses ke orang yang tepat akan membuka lebih banyak peluang daripada gelar atau keahlian apa pun. Mereka membangun jaringan eksklusif yang mengabadikan kekayaan mereka dan menjauhkan orang luar.

9. Kesembilan, waktu adalah aset mereka yang paling berharga. Mereka tidak menyia-nyiakannya untuk hal-hal yang mengganggu atau tugas yang tidak berarti. Mereka mempekerjakan orang untuk melakukan apa yang tidak dapat atau tidak akan mereka lakukan, sehingga membebaskan waktu mereka untuk fokus pada strategi membangun kekayaan.

10. Kesepuluh, pasar saham dimanipulasi demi keuntungan mereka. Sementara Anda berharap portofolio Anda tumbuh dengan stabil, mereka memiliki informasi orang dalam, akses ke perdagangan frekuensi tinggi, dan modal untuk memanipulasi pasar demi keuntungan mereka.

11. Kesebelas, kegagalan adalah guru terbesar mereka. Mereka menerima kemunduran sebagai pengalaman belajar dan mengambil risiko yang diperhitungkan tanpa rasa takut. Anda telah diajari untuk bermain aman, tetapi orang kaya tahu bahwa imbalan besar membutuhkan langkah berani.

12. Terakhir, mereka berkembang pesat karena ketidaktahuan Anda. Semakin sedikit Anda tahu tentang uang, investasi, dan bisnis, semakin mereka dapat mengeksploitasi tenaga kerja, waktu, dan kebiasaan konsumen Anda untuk memperkaya diri mereka sendiri.

Jadi, apa yang bisa kita ambil pelajarannya? Berhentilah memainkan permainan yang telah mereka rancang untuk melawan Anda. Didik diri Anda tentang uang (dunia), belajarlah untuk berpikir seperti investor, dan utamakan kepemilikan daripada konsumsi. Bebaskan diri dari rantai biasa-biasa saja, dan mulailah membangun kerajaan Anda sendiri. Saatnya untuk mengakali sistem dan mengklaim kekayaan dan kekuasaan yang tidak mereka inginkan dari Anda.

#The Secret versi dunia timur
#Universitas Kehidupan